Kamis, 24 Desember 2015

Cerita ML Dengan Teman Facebook

Cerita ML Dengan Teman Facebook 


CobaQQ Singkat cerita aku sudah berada dalam mobilnya, dia menyetir mobil sewaan yang lumayan lux. “Kita mo kemana om”. “Cari makanan yang enak lah. Kamu bener2 cantik dan sexy deh Ay” . Namanya prempuan, disanjung ma lelaki ganteng ya pasti berbunga2lah akunya. mataku melirik ke arah selangkangan di bawah kemudi mobilnya. Dia pakai celana coklat muda, selangkangannya tu nampak menggunung. tiba-tiba dia menepuk pahaku, kemudian digosok-gosok dengan lembut pahaku. Aku merasakan kegelian yang sangat, palagi saat dia meraba lebih ke atas menuju pangkal pahaku. “Om, persnelingnya kok pindah ya”. Dia ketawa ja, “Aku napsu ngeliat kamu sexy gini Ay”. “Ya dah balik ja lagi ke hotel”. “Ya gak lah, dah mo nyampe kok”. Gak lama kita sampe di resto yang dituju. Resto di pinggir pantai, pasti seafoodlah makanannya. Buat aku yang tinggal dipedalaman propinsi yang jauh dari pantai, ini satu kemewahan yang jarang sekali aku rasakan. “Kamu suka ikan, udang atau kepiting Ay”. “Apa ajalah om, Ayu mah ampir gak pernah makan seafood, maklum orang gunung si”. “Ya dah pesen ja tiga2nya ya”. Dia langsung order makanannya, lengkap dengan nasi dan minumannya.

Makanannya enak banget, kita ngobrol2 santai aja sembari memindahkan makanan dari piring ke perut masing2. “Foto2 kamu di fb napa gak da yang bugil Ay, nanggung kan cuma pake daleman gitu”. “Takut diblokir om”. “iya ya, pake daleman ja dah merangsang gitu Ay”. “Masak si, Ayu kan biasa2 ja badannya”. “Justru yang biasa2 ja itu yang menghanyutkan Ay, kamu cantik, badan kamu proporsional banget deh, gak kecil2 amat tapi juga gak gede sekali”. “Makanya om add Ayu ya”. “Ya iyalah, kamu upload foto pake daleman kan ngundang lelaki untuk add kamu”. “Prempuan juga ada kok om yang add”. “less dong ya”. “Kayanya si”. “Perna chat ma yang less”. “Ada yang ngajakin chat, tapi Ayu males”. “Kalo sex chat ma lelaki”. Aku senyum2 ja, ma dia si gak pernah sampe chat sex gitu.

Kenyang makan, dan dah bosen dengerin musik melulu, dia nanya, “Kamu mo kemana lagi Ay”. “Gak kemana2 om, om ndiri masi mo jalan?”. “Gak juga, balik ke hotel ja ya”. Aku ngangguk. Dia mengulangi perbuatannya ketika on the way ke resto tadi, tangannya kembali meremasi pahaku. Aku mendesah tertahan, “om dah gak tahan nunggu sampe ke hotel ya”. Dia diem aja, cuma tangannya bergerilya terus di pahaku. Aku membiarkan aja tangannya meremas pahaku. Perlahan tangannya naik ke pangkal pahaku. Tanganku menahan tangannya. tapi malahan ditangkapnya dan diremasinya. Aku hanya menutup mata dengan tetap bersender di jok sambil remasan di tangan terus berlangsung. Gak lama lagi kami dah nyampe hotel. Dia memarkir mobilnya ke basement. Sebelum turun mobil dia mencium pipiku dengan cepat tanpa mengatakan apa2. dia menggandengku menuju ke lift, liftpun meluncur naik ke lantai dimana dia nginep.

Aku duduk di sofa, dia menyalakan tv. Mataku tertuju ke tv ketika dia mulai dengan aksinya. Dia duduk disebelahku, menarik daguku, menatap wajahku, membelai rambutku dengan mesra, “Kamu cantik sekali,” Suaranya terdengar lirih dan aku hanya terpejam dan dia mengecup bibirku dengan lembut. “Mmmh…” mulutku terbuka saat lidahnya mulai menjulur dan menggelitiki rongga mulutku. Lidahku secara refleks ikut bergerak saling menggelitiki. Tubuhnya merapat dan menggesek tubuhku, bibirnya trus aja mencium bibirku dan melumatnya dengan lebih bernafsu. Aku merasakan lidahnya kembali menyeruak ke rongga mulutku dan menari-nari di mulutku. Sambil melumat, tangannya mulai merambah tubuhku. Jarinya mulai mengelus bagian-bagian tubuhku, “Mmmh…

Mmhhh…” aku merintih, elusan tangannya mengarah ke dadaku, membelai toketku dari luar tanktopku. Remasan di dadaku makin gencar sambil terus aja mengulum bibirku dengan penuh napsu. remasan tangannya makin lincah dan mempermainkan pentilku masi dari luar tanktopku dan bra tipisku. Aku hanya mendongak setengah terpejam. Aku makin belingsatan karena ciumannya mendarat di dagu dan leherku bertubi-tubi. Aku merasakan mataku berair tanda nafsuku memuncak.

Remasan tangan kanannya berganti menjadi kuluman bibir. Kepalanya terbenam di toketku yang telah mengeras kencang. Dia telah menggulung tank top ketatku ke arah atas, menyingkapkan braku sehingga toketku kini terexpose dengan bebas untuk digarap. Dia terus meremas toketku, menjepit dan mempermainkan pentilku. Kemudian ganti bibirnyalah yang menggempur toket dan pentilku. Aku nggak mampu menahan gelinjang ini, rintihan keluar dari mulutku.

Tangannya yang lepas dari toketku turun untuk melepas kancing celana jinsku dan dibuka resluitingnya. Tangannya yang besar dan kasar itu mendorongnya hingga celanaku merosot ke paha dan akhirnya ke lantai. Aku makin mengerang ketika tangannya menggosok pangkal pahaku dan langsung ke selangkanganku. Jarinya menggosok dan mempermainkan di tempat yang paling sensitif, hingga aku merasakan cdku mulai basah oleh cairan. Dia terus ja menggesek selangkanganku dengan lebi heboh, me mekku rasanya seperti diaduk-aduk, hingga makin lama aku makin merasakan desakan yang aneh yang menuju ke arah puncak, aku tak sanggup bertahan lagi…“Aaahh… Aaahh…Akhhhhh….” aku menjerit panjang saat orgasme melanda tubuhku. Tubuhku mengejang kuat, melengkung seperti busur. Kakiku merapat menjepit tangannya yang tak juga berhenti bergerak. Tubuhku yang lemas tergolek di sofa.

Dia segera melepas tanktop dan braku. Dia mengangkat badanku dan dibaringkannya di ranjang. Pentilku yang merah muda segera dilahapnya dan aku hanya mampu menjerit-jerit serta meremas seprai ranjang. Kegiatan itu berlangsung beberapa menit, sampai dia melepaskannya saat kedua pentilku makin mengacung tegak serta basah oleh ludah. “Oh… Paha kamu indah sekali! Halus… Mulus…” dia mulai mengelus-elus pahaku, dari lutut, terus ke arah dalam. Tubuhku hanya terbalut CD saja. Aku menggelinjang saat dia menjilati dan menggelitiki pusarku dengan ujung lidah.

Dengan tarikan lembut di bagian kanan dan kiri, tali CDku terlepas hingga dia leluasa membukanya. Dia memandangi selangkanganku. Bagian lubang lebih seperti sebuah garis lurus dengan sedikit jembut alus diatasnya. Lengkaplah sudah pakeanku dipreteli semuanya, aku terkapar telanjang diranjang.

Pahaku direnggangkan, sementara dia menelusuri pahaku dengan ciuman. Makin ke pangkal dan menjilatinya dengan ujung lidah. Perlahan dia mulai mengarahkan sentuhan tangannya ke bagian bawah tubuhku menyusuri perut dan berhenti di selangkanganku yang terkuak lebar. Perlahan digosoknya selangkanganku dengan jarinya, sentuhan jari pada bibir me mekku membuatku menjerit tertahan. “Aahhh!” desahan halus keluar dari mulutku saat dia menyapukan lidahnya pada bibir me mekku. Gerakan lidahnya menyapu seluruh permukaan bibir me mekku. Aku merintih dan kemudian mendesah ketika lidahnya memasuki liang me mekku dan bertemu dengan itilku. Badanku bergetar dengan mata merem-melek Bukan saja menjilati, dia juga memutar-mutarkan telunjuknya di me mekku sementara tangan lainnya mengelusi paha dan pantatku yang mulus. Eranganku telah memenuhi seluruh kamar, dan remasan tanganku telah mengacak-acak seprai ranjang. Sepuluh menit kemudian, tanpa dapat ditahan lagi cairan pelumas membanjir keluar dari me mekku diiringi erangan panjang, tubuhku menggelinjang dan menegang tak terkendali. AHHHKKHHH… diiringi jeritan tertahan, aku mengalami orgasme yang kedua. Cairan me mekku telah membanjir, dan pahaku mengejang menjepit kepalanya kuat-kuat.

Saat telah reda, kurasakan dia mengusap rambutku. dia sisir rambutku dengan jari-jarinya. Hawa dingin merasuki kepalaku. Dan akhirnya tubuhku juga mulai merasai kembali sejuknya AC kamar hotel itu. Kemudian dia turun dari ranjang. Dia lepaskan sendiri kemejanya, celpannya, kemudian cdnya. aku sangat tergetar menyaksikan tubuhnya. Perutnya rata dengan six packnya. Dibawahnya nampak batangnya yang besar, panjang dan sangat keras, hingga nampak kepalanya mengkilat. Dia langsung nyungsep di selangkanganku. Lidahnya menjilati me mekku. Lidah kasarnya menusuk dan menjilati me mekku. Bibir me mekku disedotnya. Ujung lidahnya berusaha menembus lubang me mekku. Pelan-pelan nafsuku terpancing kembali. Tanpa kusadari tanganku menyambar kepalanya dan jariku meremasi kembali rambutnya sambil mengerang dan mendesah. Tanganku juga menekan kepalanya agar tenggelam ke selangkanganku. Pantatku juga ikut naik-naik menjemput lidah di lubang me mekku. Tak lama kemudian, dia mengangkat kakiku untuk ditumpangkan pada bahunya. aku mendesakkan me mekku ke mulutnya. Terdengar suara kecipak mulut yang beradu dengan bibir me mekku. Aku menggeliat-geliat saking nikmatnya. Dia memegang erat-erat kedua pahaku yang dia panggul. Rintihan serta desahan nikmat yang keluar dari mulutku membuat dia gak bisa menahan napsunya lebi lama lagi.

Sesudah menurunkan kakiku, dia langsung menaiki tubuhku. Digenggamnya batangnya, diarahkan ke lubang me mekku. Aku menjerit kecil saat palkonnya yang bulat gede itu menyentuh dan langsung mendorong bibir me mekku. bibir me mekku langsung berkontraksi sehingga membuat lubang me mekku menyempit. Akibatnya dia gak bisa menekan batangnya lebi lanjut. Dia menggesekkan palkonnya dengan lembut disepanjang me mekku yang sudah basah, berkali2 hal itu dia lakukan sambil mencoba lagi menekan, sampe akhirnya palkonnya berhasil menguak gerbang me mekku.

Bibir me mekku merekah, dia membuka pahaku sehingga mengangkang lebar2, lalu dia menekan batangnya masuk lebi dalem. Walaupun sudah basah berlendir, batangnya yang ukuran XL (extra large lo bukan opsel) terasa seret memasuki me mekku yang belum pernah kemasukan yang segitu gedenya. Aku menggigit bibir menahan kenikmatan yang luar binasa bercampur sedikit rasa ngilu. Dia tau bahwa aku baru pertama kali kemasukan batang segede batangnya, maka dia kembali menjilati dan menghisap pentilku yang masi mengeras, menggesekkan giginya ke pentilku walaupun gak digigitnya. Sementara itu batangnya ditekannya sedikit2 masuk makin dalam ke me mekku. Dia menggerakkan pantatnya maju mundur pelan sehingga lendir me mekku makin banyak yang keluar. Ini melicinkan jalan buat batangnya terus masuk makin dalam ke me mekku. Nikmat banget ngerasain desakan batangnya masuk ke me mekku, rasanya sesek banget deh kemasukan yang segede gitu.

Terus aja dia membenamkan batangnya ke me mekku sampe kerasa mentok. me mekku dipaksa meregang maksimal dan mencengekram batangnya yang sangat keras itu. Pentilku dilepasnya, dia mulai memaju mundurkan pantatnya pelan. Aku merespon dengan menggerakkan pantatku maju mundur, kadang berputar mengimbangi keluar masuknya batangnya di me mekku. Napasku tersengal2 diselingi desahan nikmatku. Dia melanjutkan pompaannya. Ditariknya pelan kemudian didorongnya kembali, berulang2 dengan frekuensi yang makin lama makin cepat. Saat dia menarik batangnya pantatku bergoyang menarik juga, saat dia membenamkan batangnya pantatku menggoyang menjemput amblesnya batangnya di me mekku. Lidahnya kembali bermain di pentilku.

Aku sangat menikmati permainannya sambil meremas2 rambutnya. Batangnya semakin cepat dan keras menggenjot me mekku yang mencengkeram dengan erat batang besarnya, sementara hisapan dan jilatan pada pentilku juga makin gencar. Tubuhku menggelinjang gak keruan saking nikmatnya, desahanku berubah menjadi erangan. Dia makin gencar saja menggenjotkan batangnya keluar masuk, aku memeluk tubuhnya erat2. Dia memang ahlinya menaklukkan prempuan di ranjang rupanya. Dia merubah enjotannya yang cepet dan keras itu menjadi pelan dengan menekan batangnya dalam2 dan diputar2. itilku tergesek2 oleh batangnya karena gerakan memutar tadi, ini mengakibatkan aku gak bisa menahan lebih lama lagi,

“Ooom…”, lenguhku sambil mencapai klimaxku lagi. Kupeluk tubuhnya erat2 sambil mengerang2, sementara dia terus saja menggerakkan batangnya dengan perlahan. Beberapa detika aku merasakan kenikmatan yang sangat sampe akhirnya aku terkapar lemes dengan batang keras yang masih nancep dalam2 di me mekku yang masi terasa berdenyut2. “Om, nikmat banget deh, om kuat banget si, Ayu dah lemes gini on blon ngecret juga”. “Suka kan kamu”. “Bangetz”. “Mau nikmat lagi gak”. “Mauuu”.

Tanpa tergesa-gesa, dia mengecup bibir, pipi dan leherku sambil memeluk tubuhku. dia sama sekali tidak menggerakkan batangnya yang masih besar dan keras di dalam me mekku. Ia memberiku kesempatan untuk mengatur napasku yang terengah-engah. Setelah aku kembali “sadar” dari ledakan kenikmatan klimaks, aku pun mulai membalas ciumannya, memancing dia untuk kembali memainkan lidahnya pada lidahku dan menghisap bibir dan lidahku semakin liar. Gairahku yang sempat menurun tampak semakin terpancing dan aku mulai kembali menggerak-gerakkan pantatku perlahan-lahan, menggesekkan batangnya pada dinding me mekku. Genjotan batangnya pada me mekku mulai cepat. Aku menikmati genjotan batangnya yang semakin cepat hingga akhirnya ledakan lendir birahiku menetes lagi dari dalam me mekku.

Lalu dia memintaku untuk berbalik, aku berbalik sambil merangkak dan menungging kubuka kakiku lebar, dia menatap bongkahan pantatku yang membelah ditengah dimana bibir me mekku sudah merekah basah. Sambil memegang batangnya disodokannya ketempat yang dituju. Bleess , mataku mendelik

merasakan betapa besar dan panjang batangnya menyodok liang me mekku, urat urat batangnya terasa sekali menggesek rongga me mekku yang menyempit karena tertekuk tubuhku yang sedang menungging ini. dia sudah lebih dari 15 menit menggarapku dengan gaya ‘doggy style’ ini tanpa ada

tanda tanda mengendur. eranganku sudah berubah menjadi pekikan kenikmatan, tubuhku kuayun ayunkan maju mundur, ketika kebelakang kusentakan keras sekali menyambut sodokannya sehingga batang yang besar dan panjang itu lenyap tertelan oleh lobang me mekku. “Hngk.. ngghh…ayu mau

keluaar lagii..aargghh..!!” aku melenguh panjang menyertai klimaksku yang keempat yang kubuat semakin nikmat dengan mendorong pantatku ke belakang keras sekali menancapkan batangnya yang besar sedalam-dalamnya di dalam me mekku, sambil ku empotkan me mekku serasa ingin memeras batangnya untuk mendapatkan kenikmatan semaksimum mungkin. Demikian secara beruntun, semakin cepat. toketku bergoncang, rambutku terurai, keringatku, keringat dia mengalir dan berjatuhan ditubuhku.

Pada akhirnya aku mendapat orgasmeku yang ke 5. Dan aku rasakan batangnya berdenyut keras dan kuat sekali.. Kemudian menyusul denyut-denyut berikutnya. Pada setiap denyutan aku rasakan me mekku sepertinya disembur air kawah yang panas. Pejunya berkali-kali muntah di dalam me mekku.

Seluruh tetes pejunya seakan kuperas dari batangnya yang sedang terjepit didalam liang me mekku. aarrgghh.. Nikmatnya sungguh luar biaasaa..!! Setelah mengejang beberapa detik diterjang gelombang kenikmatan, tubuhku melemas dipelukan dia yang menindih tubuhku dari belakang. Berat memang tubuhnya, namun dia menyadari itu dan segera menggulingkan dirinya, rebah di sisiku.

Tubuhku yang telanjang bulat bermandikan keringat terbaring di ranjang, penuh dengan rasa kepuasan yang maha nikmat yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. diapun sesaat beristirahat dan samar-samar aku masih bisa melihat dia bangkit dan menuju kamar mandi, mungkin dia membersihkan dirinya, kemudian beberapa saat aku terlelap kelelahan dengan kepuasan yang luar biasa.

Aku terbangun ketika dia keluar kamar mandi dengan terbungkus handuk, dia membawa handuk kecil dan berjalan ke arahku.Tubuhku disekanya dengan handuk yang sudah diberi air hangat itu, tidak hanya bagian atas tubuhku tetapi bagian bawah tubuhkupun tak luput disekanya termasuk pangkal

pahaku. Dengan lembut dibersihkannya sisa2 pertempuran kami. Kemudian setelah dia menyingkirkan handuk dia menyelimuti tubuhku. Aku perhatikan apa lagi yang dilakukannya, ternyata dia mengambil sebotol minuman dari lemari es, membukanya dan menuangkannya ke dalam dua gelas. Aku bangkit duduk tubuhku masih terasa lemas, dan kemudian menyambut gelas minuman yang diberikanya. Ini untuk menyegarkan tubuh lagi katanya. Setelah kami toast dia meminumnya perlahan-lahan hingga habis akupun tak ragu meminumnya. Minuman itu terasa dingin mengalir dalam tenggorokanku mnyegarkan dan ketika telah sampai diperut terasa hangat. Rasa hangat itu kemudian menyebar ke seluruh tubuh terutama ke bagian2 yang sensitif. Toketku serasa merekah ujungnya mengeras dan sangat sensitif. kedutan-kedutan kecil terasa di me mekku, tak terasa cairan mulai merembes, keringat menitik di dahiku. dia

memandangku dengan tersenyum, aku tersadar dia telah memberiku sesuatu dalam minuman. dia kemudian membuka handuknya sehingga aku dapat melihat tubuh atletisnya tanpa benang sedikit pun.

Baru sekarang aku mengamati tubuh laki2 yang telah mengentotin aku dan sekaligus memberikan kenikmatan yang telah lama tak kualami. Aku kini bisa mengamati dadanya yang berbulu, rupanya itu yang membuat dadaku dan pentilku geli semalam ketika dia mengentotin aku. Mataku kemudian menelusuri bagian bawahnya, aku terbelalak melihat batangnya yang telah berdiri tegap. Aku dapat melihat ukurannya yang luar biasa itulah yang menyebabkan aku orgasme berkali-kali. Selain kekerasannya urat-urat nya yang menonjol disekelilingnya memberikan sensasi sendiri. Melihat tubuhnya yang bugil dan mengingat kejadian semalam yang kualami bersamanya dan efek minuman yang diberikan membuatku amat bergairah tubuhku sampai menggeliat menahan gairah, aku menyingkap selimut yang menutupiku sambil menggeliat, tak tahan rasa menggelitik di pentilku aku meremasnya, kemudian sambil membuka kakiku aku membelai itilku, aku dapat meraba cairan yang mulai merembes disela-sela me mekku. Sambil memandanginya aku terus menggeliat dan meremas bagian-bagian tubuhku, kakiku kadang-kadang terbuka lebar.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Cerita ML Dengan Teman Facebook

0 komentar:

Posting Komentar